Jajanan Jadul Aromanis Van Java Sukabumi Ciptakan Lapangan Kerja Gaji Pegawai Diatas Gaji Kades

Jumat, 06 Maret 2020 - 08:25 WIB
Jajanan Jadul Aromanis Van Java Sukabumi Ciptakan Lapangan Kerja Gaji Pegawai Diatas Gaji Kades
Jajanan Jadul Aromanis Van Java Sukabumi Ciptakan Lapangan Kerja Gaji Pegawai Diatas Gaji Kades
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Aromanis (arumanis) merupakan salah satu jenis kuliner jadul yang pada masanya cukup trend sebagai jajanan dikalangan anak-anak tahun 90'an kebawah.

Aromanis merupakan jajanan dengan bahan baku utama gula yang dibentuk serabut sehingga sebagian orang menyebutnya sebagai jajanan Rambut Nenek.

Tidak hanya rasa manis gula, untuk menambah rasa gurih, Aromanis biasanya diapit oleh sejenis kerupuk berbentuk lembaran pipih terbuat dari tepung beras yang di sebut Simping.

Belakangan jajanan jadul ini kembali dikembangkan oleh Sunardi warga Kampung Cihanja, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

BACA JUGA : 5 Fakta Gadis Cantik Penjual Kopi di Sukabumi yang Mendadak Viral

Sunardi berhasil mengembangkan kembali usaha jajanan jadul ini, tidak tanggung tanggung Aromanis dikembangkannya secara modern pabrikan berlabel Aromanis Van Java.

Aromanis Van Java saat ini berhasil merekrut 300 orang karyawan yang seluruhnya merupakan warga setempat.

Sunardi berhasil memanfaatkan peluang bisnis ini hingga penghasilan karyawan Aromanis Van Java bisa melampaui gaji Kepala Desa setempat.

BACA JUGA : Warga Penambang Sukabumi Siap Sumbang 20 Kilogram Emas Setiap Tahun Kepada Pemerintah

Keberhasilan yang diraih Aromanis Van Java dalam mengembangkan usaha berhasil mengentaskan pengangguran di Desa Pasiripis mendapat apresiasi Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Atas keberhasilan ini, Bupati Sukabumi kunjungi pabrik yang berada di wilayah Selatan Sukabumi dan berkesempatan meninjau langsung seluruh proses pembuatan hingga proses pengepakan Aromanis.

"Sekarang baru 300 pegawai. Bahkan dengan penghasilan melebihi gaji kepala desa. Ke depan keinginannya sampai 1000 pegawai," ungkap Marwan Hamami, Kamis (5/3/2020).

BACA JUGA : Gadis Cantik Penjual Kopi Pelukis Sketsa Kidal Asal Sukabumi Nasibnya Kini

Lebih jauh Marwan mengatakan, apabila setiap desa di Sukabumi memiliki perusahaan yang mampu mempekerjakan warga setempat maka niscaya tidak perlu lagi warga desa mencari kerja ke Kota.

"Sekampung satu pabrik saja, tidak perlu lagi nyari kerja ke mana mana," tutur Marwan.

Masih kata Marwan, hal itu sejalan dengan program Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari wilayah pinggiran dimana pembangunan Indonesia dimulai dari desa.

"Perjuangan dalam pembangunan harus terus kita lakukan, dengan bersama sama saya yakin kita bisa" tandasnya.(*)