Koalisi PKS dan PAN Menjalin Koalisi Gendut Atau Poros Baru Tantang Petahana di Pilkada Sukabumi

Kamis, 05 Maret 2020 - 10:58 WIB
Koalisi PKS dan PAN Menjalin Koalisi Gendut Atau Poros Baru Tantang Petahana di Pilkada Sukabumi
Koalisi PKS dan PAN Menjalin Koalisi Gendut Atau Poros Baru Tantang Petahana di Pilkada Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Anjak Priatama Sukma politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) digadang gadang sebagai calon kuat dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi 2020.

Kabar terakhir PKS dan PAN (Partai Amanat Nasional) memutuskan untuk menjalin koalisi bertajuk 'Koalisi Mawar'.

Dengan 7 kursi yang dimiliki PKS dan 6 kursi legislatif yang dimiliki PAN dipastikan koalisi kedua partai ini dapat mengusung sendiri pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 mendatang.

BACA JUGA : 5 Fakta Gadis Cantik Penjual Kopi di Sukabumi yang Mendadak Viral

Ditemui di Gedung Pendopo Sukabumi, Anjak Priatama Sukma mengaku belum bisa bicara banyak terkait calon yang akan diusung koalisi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional.

"Saya belum bisa menjawab, itu kapasitasnya ada di ketua tim pemenangan pemilu daerah (TPPD) DPD PKS Kabupaten Sukabumi bapak Priyo Indrianto. Untuk nama calon masih dalam proses.

"Untuk PKS belum ada (calon) kemungkinan pekan depan, kalau PAN kalau tidak salah hasilnya pak Iman, tapi PKS dan PAN belum bicara pasangan hanya baru bicara kesamaan pandangan bahwa dalam Pilkada ini PKS dan PAN bergabung sebagai koalisi," kata Anjak, Rabu (4/2).

BACA JUGA : Polres Sukabumi Tutup dan Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Sukabumi

Dengan jumlah 13 kursi di legislatif apakah nantinya koalisi ini akan bertarung sebagai poros baru atau menjalin koalisi gemuk dengan partai lain yang sebelumnya telah mendeklarasikan diri.

"Tidak tahu ada poros baru atau tidak, koalisi Mawar bisa berkoalisi dengan Hejo Ludeung bisa ke Pak Marwan, atau bisa jadi poros baru poros ketiga.

Saya yakin PKS dan PAN sama sama partai yang memiliki tipikal solid dan militan.

"Kalau realita di lapangan kita harus menjadi poros ketiga, Kami siap melawan siapa saja, walaupun dengan Petahana." tegas Anjak.(*)