5 Fakta Gadis Cantik Penjual Kopi di Sukabumi yang Mendadak Viral

Rabu, 04 Maret 2020 - 11:49 WIB
5 Fakta Gadis Cantik Penjual Kopi di Sukabumi yang Mendadak Viral
5 Fakta Gadis Cantik Penjual Kopi di Sukabumi yang Mendadak Viral

TatarSukabumi.ID - Feby Ayu Arianti gadis cantik 17 tahun asal Sukabumi belakangan namanya viral menuai banyak pujian dari berbagai kalangan.

Gadis berpenampilan sederhana ini merupakan warga Kampung Cirendeuy, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berikut ini sejumlah fakta yang berhasil dirangkum TatarSukabumi.ID yang membuat nama Feby Ayu Arianti mendadak viral.

BACA JUGA : Sukabumi Kota Seribu Air Terjun, Curug Cirimun Tujuan Agro Wisata Sarana Edukasi Hingga Konservasi

1. Latar Belakang Keluarga
Gadis berwajah imut, manis dan pemalu ini, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Aden Subandi dan Yani.

Ayahnya berprofesi sebagai ojek pangkalan, sementara sang Ibu membuka usaha warung kecil demi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya berobat sang nenek yang mengalami stroke.

2. Penjaga Warung Kopi
Ayu gadis cantik yang sesuai dengan namanya kerap membantu sang ibu, kesehariannya dihabiskan menjadi penjaga warung kopi dan makanan ringan milik keluarga serta merawat sang Nenek yang terbaring sakit.

3. Putus Sekolah SMP
Gadis belia penjaga warung kopi ini hanya bisa mengeyam pendidikan sampai bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Alasannya, Ayu tidak bisa melanjutkan sekolah ketingkat atas, akibat terbentur masalah biaya, padahal dirinya sangat berharap melanjutkan sekolah hingga ke jenjang lebih tinggi.

"Sekarang tidak bisa lanjutin sekolah karena tidak ada biaya, saya bantu ibu jaga warung untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap Feby saat ditemui awak media di warung kecilnya.

4. Fasih berbahasa Inggris
Meski hanya jebolan SMP, Feby Ayu Arianti  memiliki kemampuan berbicara hingga ngobrol bahasa inggris dengan cukup fasih.

Menurut Feby, kemampuannya dalam berbahasa Inggris didapat secara otodidak dari membaca buku dan menonton televisi serta kemauan kerasnya berintegrasi dengan orang yang bisa berbahasa inggris.

Halaman Selanjutnya >>>>