Hanya Ada di Sukabumi, Setiap Beli Rokok Dikampung Ini Wajib Shodaqoh

Senin, 02 Maret 2020 - 08:18 WIB
Hanya Ada di Sukabumi, Setiap Beli Rokok Dikampung Ini Wajib Shodaqoh
Hanya Ada di Sukabumi, Setiap Beli Rokok Dikampung Ini Wajib Shodaqoh
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Setelah melaksanakan ibadah shalat Isya, sejumlah pria duduk melingkar menyortir pecahan mata uang kertas dan koin di salah satu ruangan Musholah Al Ghobar Kampung Cigorowong RT 02 RW 07, Dusun Leuwi Waluh 2, Desa Cipeuteuy Kecamatan Kabandungan, Minggu (1/3/2020) tadi malam.

Mereka merupakan sejumlah jemaah yang bertugas memisahkan, merapikan, dan menghitung uang dari puluhan kotak amal berwarna hijau yang sengaja disebar di kawasan dusun tersebut.

Sejak lima bulan terakhir, warga dusun Leuwi Waluh 1 dan 2 menginisiasi kegiatan penggalangan dana yang diberi nama Shodaqoh Rokok, dimana diberlakukan aturan kepada setiap warga setempat yang membeli rokok memberikan shodaqoh minimal 500 rupiah.

BACA JUGA : Warga Penambang Sukabumi Siap Sumbang 20 Kilogram Emas Setiap Tahun Kepada Pemerintah

Salah satu penggagas Shodaqoh Rokok Ustadz Priyatna berbagi kisah ihwal penggalangan dana sosial.

Menurut Priyatna, kegiatan ini berawal dari keberhasilan warga yang sebelumnya melakukan penggalangan dana yang diberi nana Zakat Sebelum Nisab.

"Penggalangan dana yang diperoleh dialokasikan untuk berbagai kegiatan sosial warga setempat mulai dari subsidi kesehatan, sumbangan kematian, pemeliharaan Lansia.

"Zakat sebelum nisab ini dialokasikan untuk subsidi kesehatan semisal ada warga yang sakit atau mau lahiran kita subsidi untuk biaya transportasinya dengan besaran disesuaikan dengan jarak menuju faskes (fasilitas kesehatan). Jika ada warga yang meninggal kita berikan santunan uang kematian, dan dari dana itu juga kita alokasikan untuk donasi sembako bagi para lansia setiap bulannya," beber Priyatna, Minggu (1/3).

BACA JUGA : Tergeletak di Areal TPU Pria Diduga ODGJ Dievakuasi

Program zakat sebelum nisab sudah berjalan sejak 4 tahun silam hingga saat ini, sehingga sudah menjadi hal yang biasa bagi warga.

Setelah berhasil dengan program sebelumnya, kami para tokoh dan warga sepakat untuk membuat program yang diberi nama sodaqoh rokok, dalam program ini disepakati dimana warga yang membeli rokok setiap satu bungkus diwajibkan untuk sodaqoh minimal 500 rupiah," tutur Priyatna.

Kotak kotak shodaqoh ini disebar di seluruh warung dusun dan warga pemilik warung dijadikan sebagai petugas pemungut shodaqoh, dan setiap 2 minggu kotak dibuka untuk dihitung jumlah yang didapat.

"Mengingat minimnya sarana tempat pemakaman umum (TPU) di dusun ini, dana hasil shodaqoh rokok ini rencananya akan dialokasikan untuk pengadaan TPU.

"Selogan Kampanye yang kita lakukan dalam shodaqoh rokok ini adalah Ingat Shodaqoh Sebelum Rokok Membunuhmu." jelas Ustadz Priyatna. (*)