Sofyan Effendy Dipanggil Bawaslu, Jubir : Kami Ingin Persamaan Dimata Hukum Equality Before The Law

Selasa, 25 Februari 2020 - 09:31 WIB
Sofyan Effendy Dipanggil Bawaslu, Jubir : Kami Ingin Persamaan Dimata Hukum Equality Before The Law
Sofyan Effendy Dipanggil Bawaslu, Jubir : Kami Ingin Persamaan Dimata Hukum Equality Before The Law

TatarSukabumi.ID - Bakal Calon Bupati Sukabumi di perhelatan Pilkada 2020 mendatang, Sopyan Effendi penuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi pada Sabtu malam (22/2/2020) kemarin.

Ditemui malam itu di Kantor Bawaslu Jalan Sukabumi - Bogor, Tutang S.Permadi selaku Juru bicara (Jubir) Sopyan Effendy angkat suara.

"Kami hadir disini untuk memenuhi panggilan dari Bawaslu," kata Tutang.

Lebih jauh Tutang mengatakan, Pihaknya telah menerima surat resmi undangan klarifikasi dari Bawaslu Kabupaten Sukabumi yang ditandatangani ketua Bawaslu Teguh Harianto.

BACA JUGA : Calon Bupati Sukabumi : PDI Perjuangan Satu-satunya Partai yang Tidak Minta 'Jatah' Mahar Pilkada

Masih kata Tutang, jadwal panggilan undangan tertulis Jum'at (21/2) pukul 14.00 Wib, namun karena terbentur surat tugas dinas instruksi langsung Sekretaris Daerah (Sekda) maka Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sukabumi tidak bisa hadir memenuhi panggilan tersebut.

"Peraturan yang kami tahu, undangan belum masuk kepada perihal inti subtansi hukum, seharusnya panggilan terhadap Sofyan Effendy bisa diwakili.

"Tapi kata Bawaslu ada regulasi yang mencantumkan undangan berlaku tiga hari saja, serta mengharuskan kepala Disdukcapil Sopyan Effendy yang harus hadir tanpa diwakilkan namun bisa didampingi oleh juru bicara atau kuasa hukum," jelas Tutang.

BACA JUGA : Bikin Sedih! Driver Ojek Online Sukabumi Tewas Diduga di Begal, Kepala Disdukcapil Serahkan Akta Kematian

Atas dasar itu sambung Tutang, Pihaknya datang memenuhi undangan tim verifikasi Koordiv Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sukabumi.

Namun satu hal yang menjadi ganjalan dalam undangan kepada kliennya, Tutang dikagetkan proses klarifikasi dimulai dengan surat penandatanganan sumpah untuk memberikan keterangan

"Yang saya tahu sumpah hanya untuk tersangka atau terpidana. Sehingga hal ini kami tolak, kami minta Bawaslu sebutkan pasal mana yang mengharuskan disumpah dulu, ternyata tidak ditemukan oleh Bawaslu, kami habiskan waktu hampir 15/20 menit membahas ini, aneh dan lucu, dan kami sangat tersinggung," tegas Tutang.

BACA JUGA : Kepala Disdukcapil Sukabumi 'Memerawani' Daftar Calon Bupati dari Partai Gerindra

Jubir Sofyan Effendy mengatakan pemeriksaan Bawaslu berkaitan dengan pemasangan baliho bergambar Sofyan Effendy.

Pemasangan Baliho tersebut diduga merupakan sebuah pelanggaran mengingat Sofyan Effendy merupakan seorang ASN (Aparatur Sipil Negara).

Halaman Selanjutnya >>>>