Razia Satpol PP Sukabumi, Jualan di Zona Merah Sukabumi Siap Siap Sanksi Tipiring

Selasa, 18 Februari 2020 - 16:54 WIB
Razia Satpol PP Sukabumi, Jualan di Zona Merah Sukabumi Siap Siap Sanksi Tipiring
Razia Satpol PP Sukabumi, Jualan di Zona Merah Sukabumi Siap Siap Sanksi Tipiring
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi melibatkan unsur TNI/Polri melakukan upaya penindakan terhadap sejumlah pedagang yang berjualan di trotoar maupun badan jalan di sepanjang pusat kota Jalan Ahmad Yani dan Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Sukabumi, Selasa (18/2/2020).

Sedikitnya 30 pedagang terjaring razia dalam operasi kali ini, pedagang yang terjaring selanjutnya menjalani sidang.

"Kita sengaja hadirkan hakim dan jaksa, jadi sidang dilaksanakan di lapangan tidak di pengadilan," jelas Ajat Sudrajat, Kabid Gakda Satpol PP Kota Sukabumi di lokasi sidang Jalan A Yani, Selasa (18/2).

BACA JUGA : Kunjungan WNA di Sukabumi Tinggi, Hal Sepele Ini Perlu Dilakukan Untuk Antisipasi Virus Corona Alias COVID-19

Menurut Ajat, razia ini merupakan penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2013 tentang penataan kaki lima.

"Ini merupakan penegakan Perda nomor 10 tahun 2013 (pelanggar) kita kenakan pasal 26 ayat 1 dimana tidak boleh berjualan di badan jalan maupun trotoar," jelasnya.

"Jumlah pelanggar 30 orang, diberikan sanksi berupa denda oleh bu Hakim. Denda bervariasi mulai 50 hingga 100 ribu subsider 2 ribu rupiah. Untuk pedagang yang dua kali tiga kali (terjaring razia) kita kenakan denda dua hingga tiga kali lipat," jelas Ajat.

BACA JUGA : Polisi Naik Haji, Bonus Prestasi Polres Sukabumi Kota

Masih kata Ajat, upaya razia akan kembali dilakukan secara kontinyu dan terus menerus.

Minggu depan sambung Ajat, rencananya razia serupa akan kembali dilaksanakan di zona merah Kota Sukabumi diantaranya Jalan RE Martadinata dan Jalan Siliwangi.

"Mudah mudahan ada efek jera semoga akan menjadi pembelajaran kepada mereka.

"Betul kalau bicara relokasi (pedagang) kita untuk sementara masih menunggu Pasar Pelita.

"Tapi kita berikan edukasi kepada mereka bahwa ada ruas jalan yang tidak bisa mereka langgar," tandasnya.(*)