BNNK Sukabumi Perangi Obat Terlarang, Inilah Ciri dan Bahaya Obat Daftar G dan OKT

Sabtu, 15 Februari 2020 - 18:27 WIB
BNNK Sukabumi Perangi Obat Terlarang, Inilah Ciri dan Bahaya Obat Daftar G dan OKT
BNNK Sukabumi Perangi Obat Terlarang, Inilah Ciri dan Bahaya Obat Daftar G dan OKT

TatarSukabumi.ID - Polres Sukabumi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bersinergi membentuk satuan tugas pengawasan peredaran obat ilegal di wilayah Hukum Kabupaten Sukabumi.

Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Deni Yus Danial, kepada TatarSukabumi.ID mengatakan, pembentukan satgas pengawasan obat ini merupakan komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam hal mencegah sekaligus menindak oknum pelaku peredaran obat ilegal atau tanpa izin.

"Setelah berhasil dalam upaya pembentukan Desa, Sekolah, Universitas, Lembaga pemasyarakatan bersih narkoba (Bersinar), BNNK Sukabumi bersinergi bersama Satgas untuk menekan dan mencegah peredaran gelap obat yang masuk dalam daftar G atau OKT," ungkap Deni Yus Danial, Jumat (14/2).

BACA JUGA : Dongkrak Prestasi Olahraga Sukabumi, Heri Gunawan : Tambah Anggarannya

Lebih jauh Kepala BNNK Sukabumi menjelaskan, jenis Obat yang masuk kedalam daftar G dan OKT (Obat Keras Tertentu).

Masih kata Yus Danial, obat obatan tersebut tergolong dalam jenis obat Ethical yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter, salah satu ciri dari jenis ethical adalah logo lingkaran merah dengan garis tepi hitam, dengan tulisan K didalam lingkaran merah tersebut.

"Obat jenis ini hanya bisa diperoleh di apotik dengan resep dokter, obat ini cukup keras seperti antibiotika dan antihipertensi dan jenis OKT merupakan jenis psikotropika seperti obat penenang, obat tidur hingga obat bagi pasien sakit jiwa.

"Nah apabila obat tersebut dipakai oleh orang tidak sesuai peruntukannya atau disalah gunakan, ini akan sangat berbahaya," tegas Yus Danial.

BACA JUGA : Kebakaran! Wartawan Dihalau Security PT Kino Indonesia, Polisi Beberkan Penyebab Kebakaran

Yus Danial kembali menegaskan, BNNK Sukabumi sangat serius dalam pemberantasan peredaran obat yang di salah gunakan yang bisa merusak generasi bangsa.

Dibentuknya Satgas pengawasan peredaran obat ilegal di Sukabumi adalah untuk menekan tindak penyalahgunaan obat golongan keras tersebut, tegas Yus Danial.

"Ini adalah perwujudan keseriusan pemerintah guna menanggulangi maraknya penyalahgunaan obat terlarang."  tegasnya.(*)