Rumah Sekaligus Depot Bensin Eceran di Ciracap Terbakar, Uang 60 Juta Hasil Jual Domba Terbakar

Kamis, 30 Januari 2020 - 14:16 WIB
Rumah Sekaligus Depot Bensin Eceran di Ciracap Terbakar, Uang 60 Juta Hasil Jual Domba Terbakar
Rumah Sekaligus Depot Bensin Eceran di Ciracap Terbakar, Uang 60 Juta Hasil Jual Domba Terbakar

TatarSukabumi.ID - Rumah sekaligus warung yang juga menjual bensin eceran milik Ruswandi (41) di Kampung Babakasawah RT 25/ RW 07, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi terbakar sekira pukul 19.30 WIB, Rabu (29/1) tadi malam.

Informasi terhimpun, kebakaran terjadi saat pemilik bensin eceran tengah menuangkan bensin dari jerigen besar ke jerigen eceran (kecil).

Ruswandi dibantu istrinya Nining istrinya memindahkan bensin dari jerigen besar ke jerigen kecil, kondisi malam itu aliran listrik mati sehingga mereka menggunakan senter dari telepon selular.

BACA JUGA : Nasib Sekolah Dasar yang Dibongkar Tergerus Proyek Double Track Kereta Api Sukabumi Bogor

Saat kejadian bersamaan kilatan petir percikan api secara tiba - tiba menyambar bensin hingga mengakibatkan kebakaran.

Hal ini diungkap Ade Suryana (40) saudara korban kepada TatarSukabumi.ID, Kamis (30/1/2020).

"Dia menggunakan senter dari handphone untuk penerangan, karena disini sedang mati aliran listrik dan cuaca hujan dibarengi kilatan petir, saat itulah api muncul secara tiba - tiba menyambar bensin dan kebakaran pun terjadi" jelas Ade.

BACA JUGA : Suspect Corona di Sukabumi, Marwan : Kami Sudah Siapkan Ruang Isolasi

Api begitu cepat membesar melalap material bangunan warung, api juga memberangus Rp 60 juta uang milik Ruswandi dari hasil jual beli domba milik korban.

Satu mobil pemadam kebakaran Pos Unit Surade diturunkan, dibantu warga setempat hinga kurang dari satu jam api berhasil dijinakkan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa  tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah berupa barang dagangan serta uang kontan senilai 60 juta rupiah hasil usaha jual beli domba ikut ludes terbakar tak terselamatkan sementara untuk kerusakan bangunan diperkirakan mencapai 30-40 %.