Miris! Kondisi Madrasah Diniyah di Desa Sukaresmi Cisaat Rusak

Jumat, 24 Januari 2020 - 12:20 WIB
Miris! Kondisi Madrasah Diniyah di Desa Sukaresmi Cisaat Rusak
Miris! Kondisi Madrasah Diniyah di Desa Sukaresmi Cisaat Rusak
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Kondisi bangunan Madrasah Diniyah (MD) Takmiliyah Awaliyah Nurul Huda yang berada di Kampung Leles, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, cukup mengkhawatirkan.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, nyaris seluruh bagian atap bangunan mengalami kerusakan, sejumlah sudut ruangan mengalami bocor.

Dikhawatirkan bangunan MD ambruk mengancam keselamatan siswa dan guru mengingat kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem.

BACA JUGA : Dari 1400 Kilometer Jalan Kabupaten Sukabumi 85 Persen Mulus

Yati, salah seorang pengajar mengatakan jika bangunan MD tersebut dibangun sekitar tahun 1996 silam, dengan jumlah ruangan 4 RKB dan jumlah siswa sebanyak 90 orang dengan 5 orang tenaga pengajar.

Menurut Yati, kerusakan bangunan sudah sejak 2 tahun lalu, akibat faktor tuanya usia bangunan.

Lebih jauh Yati mengatakan, saat ini dua ruang kelas dinilai tidak layak pakai sehingga proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke Majelis pengajian yang berada tidak jauh dari Madrasah Diniyah.

“Rusaknya sejak dua tahun, untuk siswa kelas dua dan satu, sementara ini kegiatan belajar pindah di Majelis pengajian," jelasnya.

BACA JUGA : Kenalan di Facebook, Gadis Belia Simpenan Dilaporkan Hilang

Untuk ruangan yang masih digunakan proses belajar mengajar, sambung Yati, saat ini kondisinya cukup menghawatirkan.

"Bila hujan deras turun, bangku dan siswa, terpaksa bergeser agar agar tidak terkena air hujan, namun lantainya digenangi air hujan. Kadang siswa basah karena kena air hujan yang turun dari atap yang bocor," keluhnya.

Pengurus Madrasah telah berupaya melayangkan surat permohonan bantuan kepada lembaga terkait untuk perbaikan sekolah, namun sambung Yanti, hingga saat ini belum ada realisasi sementara jika berharap bantuan donatur keada orang tua siswa dinilai tidak memungkinkan, mengingat pada umumnya masyarakat setempat yang bersekolah di MD tersebut merupakan kalangan ekonomi bawah.

"Pihak pengurus Madrasah memohon kepada lembaga terkait, pemerintah daerah maupun donatur untuk perbaikan gedung sekolah, agar proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa ada kekhawatiran yang selama ini dirasakan oleh para siswa, guru serta orang tua siswa." harapnya.(*)