Relawan Mahasiswa Berbagai Universitas di Indonesia Abdikan Diri Mengajar di Wilayah Pelosok Sukabumi

Sabtu, 04 Januari 2020 - 20:13 WIB
Relawan Mahasiswa Berbagai Universitas di Indonesia Abdikan Diri Mengajar di Wilayah Pelosok Sukabumi
Relawan Mahasiswa Berbagai Universitas di Indonesia Abdikan Diri Mengajar di Wilayah Pelosok Sukabumi

TatarSukabumi.ID - 25 orang Mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia kembali melakukan aksi relawan Gerakan Sukabumi Mengajar (GSM) di tahun 2020.

25 relawan ini dilepas dari Gedung Pendopo Sukabumi yang nantinya akan memberikan sumbangsih ilmu menjadi pengajar relawan bagi masyarakat yang tinggal di daerah pelosok Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/1/2019).

Direktur eksekutif Nusantara Terdidik Foundation, Ikin Sodikin kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan ke-25 Mahasiswa yang terlibat dalam GSM 2020 diantaranya dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Veteran Yogyakarta, UN Yogyakarta, UN Semarang, ITB, Universitas Muhammadiyah (Malang, Jember, dan Sukabumi) Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Universitas Gajah Mada (UGM) , dan Universitas Jenderal Sudirman.

"Sebuah kebanggaan, mereka masih miliki cita-cita disela mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa mau mengabdikan diri menjadi relawan Gerakan Sukabumi Mengajar.

"Semoga keberadaan relawan ini selama dua minggu kedepan bisa membawa dampak positif di wilayah pengabdiannya yakni di SD Desa Cilincing dan Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud," ungkap Sodikin, Sabtu (4/1).

BACA JUGA : 1200 Bangunan Sekolah Dasar di Kabupaten Sukabumi Rusak

Lebih jauh Sodikin mengatakan, Gerakan Sukabumi Mengajar (GSM) telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dengan berbagai tindakan aksi diantaranya memberikan bimbingan belajar hingga program beasiswa.

"Kami memberikan program beasiswa kakak asuh melalui iuran sukarela kami sebesar 10 ribu rupiah, memberikan training serta penempatan relawan, membuat kajian dan dalam giat ini terutama yang paling ditekankan adalah memberikan metode belajar sambil bermain kepada masyarakat di daerah pelosok," beber Sodikin.

Kegiatan ini, sambung Sodikin, adalah bentuk sinergitas, peran serta Mahasiswa membantu pemerintah dalam bidang pemberdayaan masyarakat  dengan cara meningkatkan pengetahuan pendidikan tingkat sekolah dasar yang berada di kawasan pelosok Sukabumi untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan dan menekan angka putus sekolah.

"Guna mewujudkan cita-cita bangsa ini bukan hal yang mudah, mari bersama berkolaborasi guna melipatgandakan kekuatan, karena kemampuan kita sangat terbatas." tegas Sodikin asal Bintaro Tanggerang, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

BACA JUGA : Minimnya Minat Pelajar Kunjungi Monumen Palagan, Adjo Minta Unsur Pendidikan Perkenalkan Bojongkokosan

Hadir dalam pelepasan 25 relawan, mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusaerin, kepada TatarSukabumi.ID mengatakan apresiasi atas aksi relawan mahasiswa dalam program GSM di Kabupaten Sukabumi.

"Sangat mulia bisa membantu pemerintah kabupaten Sukabumi dan pemerintah pusat, sesuai agenda kerja menteri pendidikan Nadiem Anwar Makariem, terbukti Adik mahasiswa sudah terlebih dahulu melaksanakan partisipasinya dalam hal mencetak tunas bangsa yang berkualitas, berpendidikan karakter, apalagi hingga bisa menekan angka putus sekolah,"

"Saya berharap kedepannya jumlah relawan GSM bisa terus bertambah , tak lupa kami berpesan agar seluruh relawan menanamkan jiwa semangat dibarengi niat tulus dalam melakukan tugas duta pendidikan dengan sebaik-baiknya." ungkap Khusaerin.(*)