Ambulans Masuk Jurang di Sukabumi, Kepala Desa Jelaskan Fakta yang Terjadi

Sabtu, 28 Desember 2019 - 20:41 WIB
Ambulans Masuk Jurang di Sukabumi, Kepala Desa Jelaskan Fakta yang Terjadi
Ambulans Masuk Jurang di Sukabumi, Kepala Desa Jelaskan Fakta yang Terjadi

TataSukabumi.ID - Insiden kecelakaan mobil Ambulans Desa bernopol F 1167 XX masuk jurang yang terjadi pada Jumat (27/12) kemarin sempat ramai menjadi topik perbincangan.

Mobil ambulans baru yang masih berplat nomor putih diketahui milik Pemerintah Desa (Pemdes) Cimahpar, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menindaklanjuti insiden kecelakaan tersebut, Kepala Desa Cimahpar, Umar Yunani, kepada TatarSukabumi.ID angkat bicara, Sabtu (28/12/2019).

BACA JUGA : Polemik BUMDes Sudajayagirang, DPMD Kabupaten Sukabumi Pastikan Turunkan Tim Monev

Umar menjelaskan, kecelakaan yang terjadi pada Jumat siang kemarin berawal saat ambulans akan dipergunakan menjemput salah satu warga Desa Cimahpar usai dirawat di Rumah Sakit Jampang Kulon.

Namun, sambung Kades, warga yang tadinya hendak dijemput tidak jadi pulang dari Rumah Sakit.

Selanjutnya usai perjalanan dari Rumah Sakit, Ambulans sempat berbelok di lapangan Cisuru, dengan maksud tujuan belajar stir mobil. salah seorang perangkat desa.

"Yang ada dalam mobil ambulans saya bertiga, sempat mampir ke lapangan Cisuru, dengan niat mengajar menyetir salah satu perangkat desa," kata Umar, Sabtu (28/12).

BACA JUGA : Kisruh Pangan Nasional, PKS Dorong Pemerintah Bentuk Badan Pangan Nasional

Umar kembali menjelaskan, saat perangkat desa belajar menyetir, diduga gugup hingga tergelincir dan masuk tebing (jurang).

Meski jurang tidak terlalu dalam, akibat insiden tersebut keadaan Ambulans mengalami kerusakan pada bagian depan dan kaca mobil.

Tidak ada korban dalam insiden tersebut, Umar memastikan, Ambulans akan dibawa ke dealer untuk diperbaiki dengan dana pribadi dari Kepala Desa.

"Di desa kami ada program untuk perangkat desa agar bisa menyetir mobil, harapannya jika dalam kondisi darurat bisa melayani warga, dengan tujuan tidak hanya mengandalkan sopir dari luar tatkala darurat" jelas Umar. (*)