Aksi Spontan Warga Turun ke Jalan Dampak Aktivitas Proyek Tol Bocimi

Minggu, 27 Oktober 2019 - 13:57 WIB
Aksi Spontan Warga Turun ke Jalan Dampak Aktivitas Proyek Tol Bocimi
Aksi Spontan Warga Turun ke Jalan Dampak Aktivitas Proyek Tol Bocimi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Ratusan pria dan wanita warga Kampung Purwasari Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, secara spontanitas turun ke jalan menggelar aksi protes terhadap PT Waskita Karya (Persero).

Warga protes terhadap aktivitas pembangunan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) yang tengah digarap PT Waskita Karya yang dinilai merugikan warga setempat.

Pasalnya, aktivitas pembangunan tol Bocimi menimbulkan sejumlah dampak kepada warga sekitar, khususnya warga Kampung Purwasari.

BACA JUGA : Sah Daftar Calon Bupati Sukabumi Melalui Gerinda, Adjo Sardjono Klaim Dapat Dukungan 7 Partai

Dampak yang timbul diantaranya, polusi udara kotor akibat debu dan suara bising dari kendaraan berat pembawa material bahan bangunan yang beroperasi  selama 24 jam nonstop melintasi jalan tempat tinggal warga.

Dampak lainnya, sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan berupa retakan yang diduga terjadi akibat getaran kendaraan berat yang melintas.

"Debu, tanah yang berjatuhan dari truk proyek jalan tol, sudah setahun-an seperti ini dari Waskita tidak ada tanggapan, kita sama pak RT sudah 3 kali ke kantor Waskita tidak ada tanggapan,"

"Tiap malam mobil besar lewat bisingdan bikin rumah retak retak," kata RT dan warga setempat yang ditemui TatarSukabumi.ID dilokasi aksi, Minggu (27/10).

BACA JUGA : Operasi Zebra Lodaya Polres Sukabumi Motor Dinas Juga di Tilang

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, warga membentangkan spanduk dan sempat menyetop sejumlah kendaraan berat proyek tol Bocimi.

Aparat keamanan TNI/Polri berhasil meredam massa, selanjutnya akan dilakukan mediasi antara PT Waskita Karya dan Warga yang rencananya akan dilakukan di Kantor Desa setempat, Senin (28/10) besok.

"Warga minta diperhatikan, minta konpensasi, sekarang belum ada keputusan, kalau tidak ada keputusan akan kita Demo," kata Agus Mustopa dan Jupri selaku RT Setempat.(*)