PKS Sedang Garap Marwan Atau Adjo Jadi Bupati Sukabumi

Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:25 WIB
PKS Sedang Garap Marwan Atau Adjo Jadi Bupati Sukabumi
PKS Sedang Garap Marwan Atau Adjo Jadi Bupati Sukabumi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Anjak Priatama Sukma telah mendapat restu dari DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukabumi untuk bertarung dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 mendatang.

Kepada TatarSukabumi.ID, Anjak mengatakan, sebagai kader yang telah ditunjuk oleh Partai dalam ajang Pemilihan Bupati atau Wakil Bupati menganggap hal ini sebagai amanah yang sangat besar.

"Ini amanah besar dari partai dan masyarakat, Kita harus menjalani amanah ini dengan sebenar benarnya,"

"Tidak mudah menjalaninya tapi juga kita tidak bisa santai menghadapinya," kata Anjak, Selasa (22/10).

BACA JUGA : Kemenag Kabupaten Sukabumi : Santri Adalah Calon Ulama Moderat

Lebih jauh Anjak memastikan, saat ini Dia masih menunggu restu dan SK dari DPP PKS, dan nantinya SK dari DPP sekaligus akan menetapkan dengan siapa Dia berpasangan.

"Untuk PKS level Kabupaten sudah merekomendasikan saya ke Provinsi, sekarang sedang di proses dari DPW provinsi baru naik ke pusat,"

"SK di DPP itu tidak sendiri, jadi tergantung komunikasi elit politik, baik komunikasi antar partai maupun antar kandidat," beber Anjak.

BACA JUGA : Ngadu ke BPN Petani di Cikembar dan Kalapanunggal Sukabumi Minta Lahan Negara

Meski proses dan tahapan Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 belum bergulir, namun anjak mengklaim mesin politik PKS saat ini sudah mulai bekerja.

"Waktunya masih panjang, tapi karena luasan wilayah Sukabumi yang luas, jadi mau tidak mau mulai hari ini kita sudah mulai harus bergerak, meskipun sampai hari ini kita belum tau akan berpasangan dengan siapa," tegas Anjak.

Sempat disinggung awak media, apakah nantinya PKS akan berkoalisi dengan partai-partai eks koalisi di Pilpres 2019 lalu dan apakah Anjak berani tantang Petahana dan melenggang sebagai Calon Bupati Sukabumi, Anjak angkat suara.

"Tidak ada perintah dari DPP untuk melanjutkan koalisi ditingkat nasional kemarin, jadi akan sangat tergantung dinamika dan komunikasi seluruh kandidat di level kabupaten, jadi tidak akan ngambil format koalisi nasional kemarin,"

"Amanat Partai dari DPD berharap kalo bisa F1 (Bupati) tapi juga akan sangat tergantung dari peta politik nanti, maksud peta politik itu siapa kandidat yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi biasanya dia yang naik jadi calon Bupati," jelas Anjak.

BACA JUGA : Pejabat Sukabumi Tersandung Kasus Korupsi, Kajari : Ada Tunggulah Sebentar Lagi

Disinggung Partai atau kandidat tokoh yang tengah dibidik PKS pada Pilkada Sukabumi 2020 mendatang, secara blak-blakan Anjak mengaku telah mengantongi dua nama.

"Hipotesa kita hari ini baru dua tokoh calon yang registered sebagi Bupati yaitu Pak Marwan dan Adjo, kami mewakili PKS masih sedang melakukan komunikasi, tapi so far baru dua itu saja yang kami garap untuk dibangun koalisi,"

"Survey kita akan mengerucut nanti bulan Januari. Jadi kalau ternyata pak Adjo yang punya popularitas lebih tinggi dari yang lain, ya kita milih Pak Adjo," jelasnya.

Namun demikian, tambah Anjak, ada sejumlah pertimbangan lain dalam menentukan keberpihakan PKS kepada dua calon tersebut.

"Pertimbangan historis, politik yang cukup dominan mempengaruhi komunikasi pihak ini, misalkan dulu pak Adjo gerbong Sukma dan pak Marwan juga gerbong Sukma, dan ini akan sangat berpengaruh secara komunikasi politik, dalam arti orang yang pernah satu gerbong sama sama akan lebih mudah komunikasinya dibanding yang tidak pernah satu gerbong," tandasnya.(*)