Disdik Soroti Konflik SMPN Parakansalak dan SMPN Kalapanunggal Sukabumi

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:00 WIB

Disdik Soroti Konflik SMPN Parakansalak dan SMPN Kalapanunggal Sukabumi
Disdik Soroti Konflik SMPN Parakansalak dan SMPN Kalapanunggal Sukabumi


TatarSukabumi.ID
- Satuan tugas PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi pantau SMPN 1 Parakansalak dan SMPN Kalapanunggal, pasca pencegatan pelajar yang dilakukan oleh Pelajar lain Sekolah hingga mengakibatkan korban mengalami kecelakaan terjatuh dari motor yang terjadi belum lama ini.


Tim PPK sekaligus Kasi kesiswaan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusumah mengatakan Pihaknya akan terus melakukan monitoring dan memberikan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) baik kepada unsur sekolah, komite maupun orang tua wali murid.


Saat dikonfirmasi lebih jauh terkait insiden yang terjadi antara SMPN 1 Parakansalak dan SMPN Kalapanunggal, Devi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari kedua Pihak Sekolah, insiden tersebut bukanlah aksi tawuran antar pelajar.


"Terjadinya diluar jam belajar mengajar disekolah, tepatnya hari
Kamis (18/7) lalu di sekitar wilayah permukiman warga Kampung Nangewer Desa Bojong Asih Parakansalak," kata Devi saat ditemui TatarSukabumi.ID dikediaman Korban yang masih menderita sakit akibat terjatuh dari kendaraanya dalam insiden ini, Rabu (24/7).


BACA JUGA : 10.691 Balita di Sukabumi Mengalami Stunting


Masih kata Devi, Korban adalah lima pelajar asal SMPN Parakansalak yang berstatus sebagai pengurus OSIS yang dalam kesehariannya tercatat berprilaku cukup baik, jelas Devi disela kunjungannya di kediaman Daffa (14) siswa kelas IX SMPN 1 Parakansalak yang hingga saat ini masih dalam proses pemulihan terbaring di rumahnha Kampung Ciburial Desa Sukatani Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi.


"Kami prihatin atas insiden yang telah terjadi, sepenuhnya Dinas Pendidikan, Sekolah maupun orang tua pelajar dan pihak keamanan tidak mengharapkan hal ini terjadi,"


"Dengan segala keterbatasan tim satgas, misi terpenting adalah tidak membahas siapa yang salah atau benar, namun bagaimana caranya kejadian ini tidak sampai terulang kembali terjadi diwilayah SLTP diwilayah kabupaten Sukabumi," terang Devi.


BACA JUGA : Sekda Sebut Potensi Longsor Hingga Tsunami di Sukabumi Tinggi


Untuk 9 oknum pelajar SMPN Kalapanunggal saat ini tengah dilakukan pengawasan dan pembinaan secara intensif yang dilakukan oleh Pihak Sekolah, Kepolisian.


"Kami juga melibatkan orang tua dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diharapkan keberlangsungan belajar mereka tetap berjalan tidak terganggu, semoga kejadian ini tidak terulang," harapnya.


Disinggung kelanjutan proses penyelesaian konflik ini, Devi semua pihak bisa menyelesaikan secara kekeluargaan,  dan selanjutnya konsekuensi kesepakatan harus dijalankan dengan penuh rasa kesadaran dan tanggung jawab.


Hal lainnya, Devi menekankan, unsur sekolah harus bisa mencari akar mata rantai permasalahan yang mengakibatkan timbulnya gejolak antar Sekolah sehingga kejadian serupa tidak terulang bahkan meluas.


"Bila diperlukan secara konsolidasi pihak sekolah mengadakan deklarasi damai dimasing-masing wilayah kecamatan," tandasnya.


BACA JUGA : Terjebak di Gunung Gede, 4 Pendaki Wanita Asal Sukabumi Dievakuasi


Sementara itu, Rinda Yana (41) selaku orang tua Daffa mengapresiasi semua pihak yang telah membantu anaknya dalam insiden ini.


"Berkat kesigapan guru, komite dan warga sekitar yang telah mengantarkan anak ke rumah sakit terlebih dahulu, bila tidak segera dapatkan pertolongan, saya tidak tahu nyawa daffa terselamatkan atau tidak," ungkapnya.


Disinggung akan kondisi kesehatan Puteranya saat ini, Rinda membeberkan pasca mendapat perawatan intensif selama 3 hari di RSUD R Syamsudin (Bunut) Sukabumi, saat ini Daffa sudah mulai menjalani rawat jalan.


"sudah diperbolehkan pulang sambil berobat jalan, kondisi Daffa saat ini dalam pemulihan luka pada bagian wajah serta patah tulang punggung setelah diperiksa melalui CT-Scan," jelas Rinda.


BACA JUGA : Temu Mayat di Sukabumi, Inilah Kronologi Tewasnya Gadis Cantik Berkerudung Asal Cianjur


Masih kata Ibunda Daffa, 9 keluarga Pelajar penyebab insiden ini menyatakan siap bertanggung jawab dan meminta agar pelaporan kepada Kepolisian untuk dicabut.


"Terus terang kami tidak dendam namun kami inginkan adanya efek jera kepada mereka (pelaku) agar jangan pernah mengulang kembali hal yang sangat tidak terpuji ini," tutur Rinda.


"Agar pihak keluarga tidak trauma serta kesimpangsiuran informasi, kami mohon video atau foto yang sudah tersebar di media sosial Facebook atas insiden ini agar dihapus" pinta Rinda.(*)


Reporter : Rapik Utama
Editor : Dian Syahputra Pasi