Loading...

Ternyata Ini Alasan Pemkab Sukabumi Tidak Buka Detail Korban dan Rencana Pemberlakuan Pemeriksaan di Perbatasan Sukabumi

Rabu, 25 Maret 2020 - 19:22 WIB
Ternyata Ini Alasan Pemkab Sukabumi Tidak Buka Detail Korban dan Rencana Pemberlakuan Pemeriksaan di Perbatasan Sukabumi
Ternyata Ini Alasan Pemkab Sukabumi Tidak Buka Detail Korban dan Rencana Pemberlakuan Pemeriksaan di Perbatasan Sukabumi

Upaya preventif lainnya sambung Harun, dengan telah ditemukannya kasus positif corona di Sukabumi, dalam waktu dekat Pemkab Sukabumi akan melaksanakan tindakan preventif berupa rapid test covid-19.

"Dengan peningkatan jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) kita akan melakukan deteksi dini, langkah utama kita akan lakukan rapid test secara massal.

"Dengan ditemukan kasus terkonfirmasi atau kasus positif corona kita juga akan meminta kebutuhan rapid test ini ke pemprov Jabar secepatnya," jelas Harun.

BACA JUGA : Akses Masuk ke Sukabumi Akan Diperketat, Marwan : Saya Sudah Minta Kapolres untuk Menahan Semua Orang Masuk Sukabumi Perhari Ini

Disinggung awak media terkait desakan sejumlah masyarakat yang meminta keterbukaan informasi khususnya terkait tempat tinggal ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi angkat suara.

"Semua orang berhak mendapat informasi, tapi dalam medis ada hak privasi pasien yang tidak boleh terpublikasikan.

"Aturan privasi pasien ini diatur dalam Undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2009, Undang-undang 44 rumah sakit dan Undang undang kedokteran maupun kode etik kedokteran," jelas Harun.

Alasan lain dengan tidak dibukanya data alamat korban, Harun menjelaskan bahwa privasi pasien tidak boleh keluar ke khalayak ramai, karena di khawatirkan dapat menimbulkan stigma buruk bahkan diskriminasi.

"Alasan lainnya dalam tahap penyelidikan epidemiologi akan menyulitkan tim medis dalam menggali data dan melakukan penanggulangan serta mempercepat pemutusan rantai penyebaran covid-19." tegasnya.(*)