Loading...

Kenali Sejarah Gempa yang Dipicu oleh Sesar Cimandiri dan Sesar Citarik Sukabumi

Minggu, 22 Maret 2020 - 14:41 WIB
Kenali Sejarah Gempa yang Dipicu oleh Sesar Cimandiri dan Sesar Citarik Sukabumi
Kenali Sejarah Gempa yang Dipicu oleh Sesar Cimandiri dan Sesar Citarik Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan M 3.5 terjadi pada pukul 10:48:00 WIB pagi tadi, Minggu (22/3/2020).

Titik pusat gempa berada pada 7.07 Lintang Selatan dan 106.56 Bujur Timur pada kedalaman 2 Kilometer berjarak 44 kilometer Barat Daya Kota Sukabumi.

Gempa ini dirasakan warga khususnya di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Warungkiara dan Kecamatan Simpenan, dengan Skala Intensitas II MMI.

BACA JUGA : Gempa Terkini Sukabumi, BMKG : Dipicu Aktivitas Patahan Cimandiri

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, jenis gempa ini termasuk kedalam gempa jenis dangkal akibat aktifitas patahan (sesar) Cimandiri.

Dalam keterangan resminya, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami pada BMKG, Daryono, mengatakan guncangan gempa pagi tadi tidak menyebabkan kerusakan.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tadi pagi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktifitas Sesar Cimandiri," jelas Daryono dalam rilis resminya seperti dikutip TatarSukabumi.ID, Minggu (22/3).

BACA JUGA : Mahasiswa UIN Bandung Meninggal Dunia Tenggelam di Sukabumi

Daryono menyinggung sejumlah pertanyaan yang masuk ke BMKG kaitan gempa yang terjadi pagi tadi dengan gempa yang terjadi pada beberapa hari lalu di kawasan Kalapanunggal Sukabumi.

Daryono menjelaskan bahwa pembangkit gempa hari ini berbeda dengan sumber gempa berkekuatan M 5.1 yang mengguncang Kabupaten Sukabumi dan menimbulkan kerusakan di Kalapanunggal dan sekitarnya pada 10 Maret 2020 lalu.

"Hari ini gempa dipicu oleh Sesar Cimandiri, sementara gempa yang lalu dipicu oleh aktivitas Sesar Citarik yang lokasinya di sebelah barat sesar Cimandiri," jelas Daryono.

BACA JUGA : Jalan Lingkungan Amblas Saluran PDAM Jebol 6 Rumah Warga Cibadak Terancam Longsor

Lebih jauh Daryono menjelaskan, Sesar Citarik memiliki orientasi pada Utara Timur Laut - Selatan Barat Daya, memanjang namun tersegmentasi melalui Palabuhanratu, Bogor, hingga Bekasi.

"Sesar ini masih aktif hingga saat ini dengan mekanisme sesar geser/mendatar mengiris (sinistral strike slip)" ungkap Daryono.

Halaman Selanjutnya >>>>