Loading...

Kurang Banyak! Inilah Alat Canggih Pendeteksi Bencana Andalan BPBD Kabupaten Sukabumi

Rabu, 19 Februari 2020 - 18:30 WIB
Kurang Banyak! Inilah Alat Canggih Pendeteksi Bencana Andalan BPBD Kabupaten Sukabumi
Kurang Banyak! Inilah Alat Canggih Pendeteksi Bencana Andalan BPBD Kabupaten Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Dengan luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi meminta penambahan alat peringatan dini bencana sebagai alat pendeteksi potensi longsor, pergerakan tanah, tsunami dan pantauan cuaca.

Hal ini diungkap Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman kepada TatarSukabumi.ID, Rabu (19/2/2020).

Lebih jauh Eka Widiaman menjelaskan, saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi telah memiliki 13 intensity meter yakni alat pendeteksi tingkat guncangan gempa skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

BACA JUGA : 9 Rumah Diterjang Angin di Cicurug dan Curugkembar BPBD Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Alat ini telah dipasang di 13 kecamatan meliputi Cidahu, Bojonggenteng, Parungkuda, Caringin, Sukaraja, Jampangtengah, Purabaya, Simpenan, Ciracap, Surade,Cimanggu, Kalibunder dan Kecamatan Kalapanunggal.

Untuk alat pendeteksi gerakan tanah, BPBD memiliki alat yang disebut Elwasi, BPBD juga memiliki alat yang disebut EWS yang akan memberikan sinyal peringatan dini apabila terjadi Tsunami, kedua alat tersebut terpasang di Kecamatan Cisolok dan Gegerbitung.

Alat deteksi dini bencana milik BPBD lainnya adalah TEWS dengan sistem kerja mirip dengan alat pendeteksi gerakan tanah hanya beda produk yang telah terpasang di Kecamatan Tegalbuled dan Kecamatan Ciracap.

BACA JUGA : Sukabumi Punya Radar Santanu Pendeteksi Curah Hujan Deteksi Dini Bencana Hidrometeorologi

Alat canggih lain yang dimiliki BPBD Kabupaten Sukabumi lainnya adalah Setelit Sentanu yakni alat pendeteksi curah hujan dengan radius kerja 40 km dari dalat tersebut terpancang.

Satelit Sentanu atau biasa disebut radar curah hujan terpancang di kantor BPBD Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Cikembar.

"Untuk EWS sudah lama terpasang, kalau yang lainnya baru terpasang tahun 2019.  barang tersebut merupakan hibah dari BMKG dan BNPB bukan anggaran pemerintah daerah.

"Dengan luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi serta sedikitnya SDM bidang kebencanaan. Alat deteksi dini longsor pergerakan tanah dan tsunami serta pantauan cuaca sangat dibutuhkan untuk mengefektifkan sumber daya yang ada.

"Kami sudah kembali mengusulkan tambahan pemasangan alat tersebut, karena kita rasa perlu ditambah seperti untuk wilayah selatan terutama Cidolog." beber Eka Widiaman.(*)