Loading...

Catatan WHO untuk Endemik Malaria di Sukabumi

Rabu, 19 Februari 2020 - 08:55 WIB
Catatan WHO untuk Endemik Malaria di Sukabumi
Catatan WHO untuk Endemik Malaria di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - WHO (World Health Organization) Indonesia, Subdit Malaria Kemenkes RI, dan Dinkes Provinsi Jawa Barat membahas komitmen nol persen (eliminasi) malaria bersama Pemkab Sukabumi di Pendopo Gedung Sukabumi, Selasa (18/2/2020) kemarin.

Diterima Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono menyatakan Kabupaten Sukabumi sudah terbebas dari malaria sejak tahun 2018.

Namun demikian sejumlah catatan ditemukan bahwa kasus malaria yang dibawa dari luar Sukabumi masih ditemukan.

"Sejak 2018  sampai dengan 2019 sudah tidak terjadi kasus indigenous. Namun untuk malaria impor masih ditemukan," ujar Adjo, Selasa (18/2).

BACA JUGA : Potensi Rawan Sesar Cimandiri di 13 Kecamatan di Sukabumi, PMI Kabupaten Sukabumi Siapkan Relawan Hingga Tingkat Desa

Masih kata Wabup, saat ini masih terdapat sejumlah wilayah yang memiliki potensi munculnya kasus introduce/penularan, akibat vektor atau organisme penular yang memungkinkan.

"Ada wilayah yang memungkinkan timbulnya kasus penularan malaria," kata Adjo.

Atas kemungkinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terus berupaya melakukan pencegahan penularan Malaria mengingat sektor kesehatan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan Indonesia.

"Keberhasilan pembangunan Indonesia sangat di tentukan oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.  dimana sektor kesehatan merupakan salah satu unsur penentu," tandasnya.

BACA JUGA : Marwan Hamami Dorong 5 Kecamatan di Sukabumi Menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), Inilah Tahapannya

Sementara itu, Kasubdit Malaria Kemenkes RI dr. Nancy Dian Anggraeni menjelaskan bahwa eliminasi malaria merupakan upaya untuk menghentikan penularan Malaria khususnya di wilayah geografis tertentu.

"Bukan berarti tidak ada kasus malaria impor serta sudah tidak ada vektor malaria di wilayah tersebut. Sehingga tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali," terang Nancy.

Sehingga sambung Dia, audiensi ini dilakukan sebagai upaya dukungan dan komitmen Pemda Kabupaten Sukabumi terutama mengenai kebijakan nasional eliminasi malaria bisa tercapai di daerah.

"Kita sudah ada komitmen di tingkat global dan nasional, WHO meminta semua negara harus bisa mengeliminasi malaria". pungkasnya.(*)