Loading...

Kondisi Terkini Pasca Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi

Selasa, 18 Februari 2020 - 22:56 WIB
Kondisi Terkini Pasca Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi
Kondisi Terkini Pasca Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Cuaca ektrem  intensitas hujan tinggi melanda kawasan Kabupaten Sukabumi dalam seminggu terakhir.

Hal ini berdampak bencana di sejumlah Kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Salah satu lokasi dengan dampak bencana yang cukup parah adalah terputusnya akses jalan provinsi Sukabumi - Sagaranten tepatnya di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung.

BACA JUGA : Potensi Rawan Sesar Cimandiri di 13 Kecamatan di Sukabumi, PMI Kabupaten Sukabumi Siapkan Relawan Hingga Tingkat Desa

Kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah, setelah sebelumnya kawasan ini juga sempat diterjang bencana pergerakan tanah pada April 2019 silam.

Kondisi terputusnya akses jalan ini dibenarkan Heri Mashuri, Petugas Operator Pusdalops BPBD kabupaten Sukabumi saat dikonfirmasi TatarSukbumi.ID, Selasa (18/2/2020).

"Jalan Provinsi Kertaangsana terputus, sejak hari minggu akibat intensitas curah hujan tinggi, jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4, saat ini  sedang diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi.

"Di targetkan minimal bisa dilalui kendaraan roda 2," jelas Heri, Selasa (18/2).

BACA JUGA : Marwan Hamami Dorong 5 Kecamatan di Sukabumi Menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), Inilah Tahapannya

Lokasi lain yang terdampak bencana mengakibatkan rusaknya akses jalan di Kecamatan Nyalindung merupakan akses vital penghubung 3 Desa.

"Jalan penghubung 3 Desa yaitu Desa Bojongkalong, Bojongsari dan Desa Sukamaju. Tembok penahan tanah (TPT) jembatan tergerus air mengakibatkan jalan longsor sehingga tidak dapat dilalui oleh roda 4 hanya bisa dilalui roda 2, dengan kejadian ini akses perekonomian masyarakat cukup erganggu, hari ini dilakukan kajian oleh Dinas Pekerjaan Umum wilayah 7," jelas Heri.

Disinggung target normalisasi akses jalan tersebut, BPBD mengaku masih dalam proses kajian.

"Belum bisa menentukan waktunya sampai kapan namun saat ini sedang di kerjakan oleh pihak Dinas PU," ungkapnya.(*)