Loading...

Bencana di Geopark Ciletuh dan Pergerakan Tanah Nyalindung Marwan Hamami Minta Masyarakat Siaga

Senin, 17 Februari 2020 - 19:32 WIB
Bencana di Geopark Ciletuh dan Pergerakan Tanah Nyalindung Marwan Hamami Minta Masyarakat Siaga
Bencana di Geopark Ciletuh dan Pergerakan Tanah Nyalindung Marwan Hamami Minta Masyarakat Siaga

TatarSukabumi.ID - Hujan dengan intensitas tinggi sepanjang hari Minggu (16/2) kemarin menimbulkan bencana hidrometeorologi longsor dan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dampak bencana terparah terjadi di kawasan Ciemas Geopark Ciletuh Sukabumi.

Hingga pagi tadi timbunan material longsor masih menutupi akses jalan dikawasan Ciemas, sedikitnya tujuh titik longsor di sepanjang Jalur  Geopark Ciletuh Palabuhanratu,  ruas Loji - Palangpang.

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat lokasi yang terdampak longsor berada di wilayah Cipeucang Desa Tamanjaya, Cibuti Desa Girimukti, Batu Cakup Desa Ciemas, Pasir Muncang Desa Girimukti.

BACA JUGA : Hidrometeorologi Sebabkan 18 Kejadian Bencana di 6 Kecamatan Sukabumi

Dalam bencana ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi menurunkan alat berat untuk mengangkat tumpukan material longsor yang menutup akses jalan utama Geopark Ciletuh.

Material longsor menutup jalan Provinsi ruas Mareleng - Waluran - Palangpang dengan ketinggian longsoran 1 meter dan lebar longsor variatif 6 hingga 10 meter.

Tidak hanya longsor luapan air melanda Kampung Nyalindung Desa Mekarsakti dan kampung Bantar Panjang Desa Sidamulya.

Air sempat meluap membanjiri sawah dan  pemukiman warga, luapan air juga mengakibatkan Jalan Tamanjaya - Ciwaru tidak bisa diakses.

BACA JUGA : Wisatawan Geopark Ciletuh Tertahan Tidak Bisa Keluar Akses Jalan Tertimbun Longsor

Dampak bencana juga melanda kawasan Kecamatan Nyalindung Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana.

Setelah sebelumnya sempat diterjang bencana pergerakan tanah pada April 2019 silam saat ini terjangan hujan mengakibatkan akses jalan di kawasan tersebut ditutup.

Saat ini terpantau sejumlah petugas dan alat berat diturunkan guna mengantisipasi terjadinya korban di ruas Jalan Sukabumi - Sagaranten.

BACA JUGA : Ciemas Dikepung Longsor dan Banjir, Ratusan Hektare Areal Pertanian Terendam Air 5 Desa Terisolir

Dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem dan berpotensi memicu bencana, Bupati Sukabumi Marwan Hamami menghimbau masyarakat Sukabumi agar meningkatkan kewaspadaan.

Bupati juga meminta agar Perangkat Daerah dan Camat serta jajaran di bawahnya untuk lebih aktif dan responsif.

"Kita harus siaga bencana, apalagi kawasan Geopark ini perlu dicermati karena kemiringan pegunungan nya.

"Walaupun statusnya itu jalan provinsi tapi kita tidak bisa membiarkan. sebetulnya itu masih ada jalan alternatif, nah ini sekarang papan petunjuk arah yang belum banyak" tambahnya

"Salah satu program untuk mengantisipasi longsor tanah yaitu dengan melakukan penghijauan di setiap kawasan." beber Marwan.(*)