Loading...

SPSI Sukabumi Soal Omnibus-Law, Buruh Geruduk Gedung Rakyat Senayan

Rabu, 12 Februari 2020 - 16:24 WIB
SPSI Sukabumi Soal Omnibus-Law, Buruh Geruduk Gedung Rakyat Senayan
SPSI Sukabumi Soal Omnibus-Law, Buruh Geruduk Gedung Rakyat Senayan

TatarSukabumi.ID - Jajaran Polsek Cikembar dipimpin Kapolsek AKP I Djubaedi, bersama Sat Sabhara Polres Sukabumi melakukan pengamanan dan pengawalan buruh yang tergabung dalam SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) PT Glostar Indonesia (GSI) yang akan melaksanakan aksi massa di Gedung Rakyat Senayan Jakarta, Rabu (12/2/2020).

SPSI menurunkan sedikitnya 2 unit Bus buruh yang dikawal jajaran Polres Sukabumi hingga titik kumpul dikawasan Benda wilayah perbatasan Sukabumi Bogor.

"Kami melakukan pengawalan hingga perbatasan Sukabumi, situasi berlangsung aman dan kondusif, adapun tujuan SPSI ke gedung DPR RI untuk menolak kebijakan pemerintah mengenai Omnibus-law," kata I Djubaedi, Rabu (12/2).

BACA JUGA : Aset Eks Pasar Penampungan Sukaraja Kemana? Ardiana : Penjelasan Dengan Kabid Pasar Ya

Di hubungi terpisah, Ketua PUK-SPSI PT.GSI, Ferry Supriadi menyatakan aksi damai yang dilakukan SPSI di gedung DPR RI merupakan pernyataan sikap penolakan buruh terhadap Omnibus-law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

Masih kata Ferry, Pemerintah tidak melibatkan buruh dalam pembahasan Omnibus-law Cilaka.

"Kami diterima oleh komisi 9 DPR-RI, dan komisi 9 berjanji akan menolak apabila pemerintah memasukan draft Omnibus-law Cilaka tanpa melibatkan buruh dalam hal ini SPSI dalam perundingannya," ungkap Ferry dari Senayan Jakarta.

BACA JUGA : Terungkap Inilah Pengakuan Penimbun 25 Tangki Tinja Kotoran Manusia di Sukabumi

Lebih jauh kepada TatarSukabumi.ID, Ferry menegaskan, apabila pemerintah memaksakan Omnibus-law tanpa melibatkan buruh dalam pembahasannya, maka SPSI akan turun kembali menggelar aksi dengan kekuatan penuh.

"Ini hanya pernyataan sikap kami dan kami hanya menurunkan 2 persen anggota, masih ada 98 persen lagi yang belum ikut, jika kami tidak dilibatkan dalam pembahasan Omnibus-law maka kami akan menurunkan seluruh anggota untuk kembali menggelar aksi." tegasnya.(*)