Loading...

Kiat Sukses Desa Sukajaya Bangkit Dari Desa Tertinggal Menjadi Desa Dengan Penghasilan 200 Juta Perbulan

Kamis, 30 Januari 2020 - 17:17 WIB
Kiat Sukses Desa Sukajaya Bangkit Dari Desa Tertinggal Menjadi Desa Dengan Penghasilan 200 Juta Perbulan
Kiat Sukses Desa Sukajaya Bangkit Dari Desa Tertinggal Menjadi Desa Dengan Penghasilan 200 Juta Perbulan

TatarSukabumi.ID - Adalah Desa Sukajaya Kecamatan Sukabumi yang mampu bangkit dari predikat Desa tertinggal menjadi Desa Berkembang.

Dari keterpurukan, Desa Sukajaya Kecamatan Sukabumi mampu membalikan keadaan hingga dinobatkan sebagai salah satu desa juara tingkat nasional oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia dengan kriteria penguatan pembagunan dan pemberdayaan masyarakat belum lama ini.

Meski dengan segala bentuk karakteristik permasalahan yang dihadapi, Desa Sukajaya yang berbatasan langsung dengan wilayah pusat Kota Sukabumi, dibawah kepemimpinan Kades Deden Gunaefi, Pemerintahan Desa Sukajaya berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga mampu memiliki daya saing sekaligus peningkatan sosial.

"Ketika saya awal menjabat kepala desa adalah berpikir bagaimana bisa merubah status dari desa tertinggal menjadi desa berkembang. Melihat letak desa kami berbatasan dengan wilayah kota Sukabumi, maka mau tidak mau kami harus memiliki daya saing usaha," ungkap Deden didepan 152 Kepala Desa penerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dalam program penguatan status perkembangan desa dan desa perbatasan belum lama ini.

BACA JUGA : Suntikan Anggaran Bantuan Keuangan Khusus Bagi 152 Desa di Sukabumi, DPMD Ingatkan Kades Jangan Ganti Aparatur Desa

Kesuksesan Desa Sukajaya tidak lepas dari keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Terus Jaya Sehati menjalin kemitraan khususnya dengan anggota seluruh warga desa.

"Awal 2013 kisaran ADD (Anggaran Dana Desa) sebesar 95 juta, maka saya membuat inovasi bersama elemen pemerintahan desa dan tokoh masyarakat guna mewujudkan pembangunan pedesaan dan pemberdayaan masyarakat dengan konsep membangun jaringan ekonomi kerakyatan melalui BUMDes.

"Kendati dalam prosesnya ditemui banyak kendala namun tak membuat kami patah semangat, seluruh masyarakat dengan berbagai usaha dan profesi diberikan pemahaman, bagaimana bisa menjadi mitra BUMDes agar manfaat ekonomi desa tetap berputar di wilayah desa Sukajaya.

"Akhirnya disepakati bersama penyertaan modal usaha (BUMDes) awal senilai 6 juta,  dengan usaha Yang bergerak dalam menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, pertanian dan sejenisnya.

"Alhasil berkat kerja keras dan perjuangan bersama hingga sekarang perputaran uang BUMDes sudah berkembang mencapai 200 juta per bulan, adapun keuntungan bersamanya kita umumkan secara terbuka," beber Deden menjelaskan awal hingga kesuksesan BUMDes Sukajaya.

BACA JUGA : Nasib Sekolah Dasar yang Dibongkar Tergerus Proyek Double Track Kereta Api Sukabumi Bogor

Di tahun 2020, sambung Deden, didukung pemerintah Kabupaten Provinsi hingga Perintah Pusat target BUMDes adalah meminimalisir pergerakan rentenir di Desa Sukajaya.

"Agenda kami mengentaskan Bank Emok atau Bank Keliling serta mengembangkan beberapa produk icon sukabumi mulai dari hasil alam, pertanian, serta memproduksi kue moci," jelasnya.

Dalam arahannya, Deden mengajak seluruh Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi untuk menggali berbagai potensi yang ada di wilayahnya masing-masing.

"Selama kita masih dipercaya menjadi kepala desa, harus bisa menyelaraskan seluruh potensi lokal mulai dari bidang pertanian, olahraga, seni budaya, perdagangan atau wisata.

"Jadikan sebuah terobosan inovasi yang saling menopang antara visi misi pemerintahan dengan kebutuhan warga masyarakat hingga berdampak ke arah peningkatan pendapatan asli desa dan indeks desa membangun (IDM)." ungkap Deden Gunaefi.(*)