Rumah di Bumi Pakuon Regency Amblas Tergerus Longsor

Selasa, 03 Desember 2019 - 19:59 WIB
Rumah di Bumi Pakuon Regency Amblas Tergerus Longsor
Rumah di Bumi Pakuon Regency Amblas Tergerus Longsor
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Satu unit rumah yang berada di Perumahan Bumi Pakuon Regency (BPR) di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi ambruk dan masuk kedalam jurang.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID rumah yang terbelah hingga roboh kedalam jurang berdiri pada dataran dengan kondisi kemiringan tebing yang cukup curam.

Informasi yang didapat wartawan di lokasi kejadian, bangunan rumah di Perumahan BPR Blok Tulip nomor 19 yang amblas terbawa longsor tercatat milik Dayat, yang ambruk sekira pukul 22.30 WIB, Senin (2/12) tadi malam.

BACA JUGA : Longsor Tutup Akses Jalan di Kecamatan Kabandungan

Kapolsek Parungkuda, Kompol Maryono Edy Suseno yang ditemui di lokasi longsor kepada awak media mengatakan, dugaan awal penyebab longsor diduga akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi selama sepekan terakhir yang mengguyur wilayah Parungkuda dan sekitarnya.

"Faktor cuaca, karena hujan lebat, kebetulan ini rumah yang sangat dipinggir ,mungkin tahanannya kurang, sehingga terjadi longsor," kata Kompol Maryono, Selasa (3/12).

Namun demikian, sambung Kapolsek Parungkuda, Pihaknya akan mendalami lebih jauh peristiwa ini.

"Kita akan coba dalami dulu, penanganannya seperti apa, dalam penanganannya kita tidak boleh menduga duga jadi kita akan dalami prosesnya bagaimana jadinya nanti," jelas Kapolsek.

BACA JUGA : 38 Kasus Ancaman Tawon Vespa Sepanjang Tahun 2019 di Sukabumi

Disinggung lebih jauh apakah nantinya kepolisian sektor Parungkuda akan memanggil Pihak developer Perumahan, Maryono mengatakan saat ini Kepolisian masih fokus untuk mengevakuasi barang-barqng milik korban yang ikut tergerus longsor.

"Nantilah, sekarang Kita coba evakuasi dulu barang barang yang ada, kedepannya kita akan minta keterangan, kok bisa terjadi bencana seperti ini," tukasnya.

Dalam peristiwa ini, 2 rumah lain yang terdekat ikut terancam.

"Ini yang terancam 1 rumah lagi, dan belakangnya 1 unit lagi, jadi semua totalnya 3 kalau yang rusak berat satu," jelasnya.(*)