3 Korban Tewas Didalam Sumur Beracun di Sukabumi, Inilah Tips Agar Selamat dari Gas Beracun Dalam Sumur

Minggu, 01 Desember 2019 - 21:17 WIB
3 Korban Tewas Didalam Sumur Beracun di Sukabumi, Inilah Tips Agar Selamat dari Gas Beracun Dalam Sumur
3 Korban Tewas Didalam Sumur Beracun di Sukabumi, Inilah Tips Agar Selamat dari Gas Beracun Dalam Sumur
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Kasus kecelakaan dalam sumur yang diduga beracun hingga mengakibatkan korban tewas terjadi di wilayah hukum Polsek Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

3 orang tewas dalam insiden sumur maut di Kampung Kamandoran RT 03/ RW 10, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sekira pukul 15.00 WIB, sore tadi, Minggu (1/12/2019).

Menindak lanjuti kejadian ini, Kepala Kepolisian Sektor Cibadak, Kompol Hadi Santoso kepada masyarakat menghimbau agar lebih berhati hati saat hendak memeriksa sumur.

BACA JUGA : Kronologi Tewasnya 3 Pria di Sumur Maut Beracun Cibadak Sukabumi

Kapolsek Cibadak memberikan tips sederhana untuk memeriksa sumur yang memiliki kandungan gas berbahaya atau beracun.

Kapolsek menjelaskan, bila Sumur dalam kondisi tertutup agar dibuka dan dibiarkan minimal 24 jam, agar sirkulasi udara dan gas beracun di dasar sumur hilang.

Selanjutnya dilakukan pengecekan lain diantaranya dengan metode sederhana menurunkan lampu kedalam sumur.

"Agar di cek dulu, sumur tersebut hampa udara atau tidak, dan pastikan apakah ada udara beracun atau tidak,"

"Cara manual bisa dilakukan dengan menurunkan lampu minyak (centir) atau cempor atau petromak, apabila setelah diturunkan kedalam sumur lampu tidak padam dan tetap menyala berarti sumur aman, artinya ada udara normal dibawah," beber Hadi.

BACA JUGA : Pria Paruh Baya Tewas di Dasar Sumur di Cicantayan Sukabumi

Meski setelah di cek tidak ada hal yang mencurigakan atau tidak ada dugaan gas beracun didalam sumur, Kapolsek Cibadak kembali menegaskan, agar masyarakat ekstra hati hati jika akan turun kedalam sumur.

"Harus hati-hati, sebaiknya tidak boleh masuk orang tanpa sarana oksigen, untuk menjaga keselamatan," tegas Hadi.(*)