Temu Mayat Dalam Mobil Katana di Perkebunan Kelapa Sawit Cibadak Sukabumi

Kamis, 21 November 2019 - 11:09 WIB
Temu Mayat Dalam Mobil Katana di Perkebunan Kelapa Sawit Cibadak Sukabumi
Temu Mayat Dalam Mobil Katana di Perkebunan Kelapa Sawit Cibadak Sukabumi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Seorang Pria ditemukan terduduk kaku menjadi mayat didalam sebuah mobil Suzuki Katana bernopol F 1135 QL di sebuah perkebunan yang cukup jauh dari pemukiman.

Mobil ditemukan teronggok sementara pengemudi meninggal dunia di kawasan perkebunan PT Sukamaju Afdeeling 1 Blok A2, Kampung Babakan Sirna, Desa Warnajati Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (21/11/2019).

"Tadi pagi sekitar setengah delapan saya mau kerja, mobil sudah ada disini, sopirnya tidur, saya ketok -ketok tapi dia gak bangun, Saya langsung lapor ke Mandor, ternyata sudah meninggal dunia, " kata saksi mata Leman (67) warga Desa setempat, Kamis (21/11).

BACA JUGA : Ada Upaya Penolakan Kenaikan Gaji Buruh, Polres Sukabumi Sekat Mobilisasi Aksi Massa ke Bandung

Sementara itu, ditemui di lokasi yang sama, Edi Rusnandi, sahabat dari jenazah yang ditemukan tewas didalam mobil mengatakan jika Korban bernama Eman Ahmadi (62) Warga Taman Lestari, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi.

Sebelum ditemukan tewas, mereka berdua sempat janjian melalui saluran telepon untuk menghadiri salah satu acara komunitas otomotif (klub mobil).

"Tidak ada terlintas jika korban akan ke wilayah tersebut. Habis magrib mau ada rencana rapat komunitas otomotif,  dan hilang kontak sama saya ya sehabis magrib itu,"

"Saya merasa kehilangan, secara mendadak, padahal dari siang kita ada kegiatan, dia itu istrinya kan Guru, " beber Edi.

BACA JUGA : 4 Fakta Helikopter Buatan Sukabumi Setelah Diteliti Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN

Hingga berita ini ditayangkan, aparat kepolisian Sektor Cibadak langsung melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi dan menyisir lokasi kejadian.

Awak media masih menunggu hasil olah TKP, belum ada pernyataan resmi dari Anggota Kepolisian akan kasus ini. (*)