Polres Sukabumi Turunkan Dokpol di Desa Penyelenggara Pilkades  Serentak Kabupaten Sukabumi

Minggu, 17 November 2019 - 18:48 WIB
Polres Sukabumi Turunkan Dokpol di Desa Penyelenggara Pilkades  Serentak Kabupaten Sukabumi
Polres Sukabumi Turunkan Dokpol di Desa Penyelenggara Pilkades  Serentak Kabupaten Sukabumi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi meninjau sejumlah Desa yang melangsungkan hajat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Minggu (17/11/2019).

Kepada awak media, orang nomor satu di wilayah hukum Polres Kabupaten Sukabumi berharap pesta demokrasi tingkat desa berjalan aman kondusif sukses tanpa ekses.

BACA JUGA : Wakil Bupati Sukabumi Pilih Kepala Desa Cibatu

Menurut Kapolres Sukabumi, dari 240 Desa penyelenggara Pilkades, 201 berada dibawah wilayah hukum Polres Sukabumi dan 39 desa dibawahi Polresta Sukabumi.

Untuk hari pencoblosan ini, sambung Nasriadi, Polres Sukabumi di backup oleh satuan Brimob Polda Jabar serta bantuan dari Polres Kota/Kabupaten Bogor dan bantuan personil TNI.

"Kita turunkan sekitar 4 ribu personil,  seribu dari Kepolisian, 800 dari kodim (TNI) di backup dari batalyon, dan sisanya dari linmas," kata Nasriadi, Minggu (17/11).

BACA JUGA : Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades 240 Desa se-Kabupaten Sukabumi Polres Sukabumi Kota

Lebih jauh Nasriadi mengatakan, Polres Sukabumi juga menurunkan tim medis (dokpol) untuk mengantisipasi bila terdapat masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan saat menyampaikan aspirasinya.

"Kita lihat antusias warga cukup tinggi, bahkan ada yang sakit hingga pingsan,  disetiap TPS kita juga siapkan, personil kesehatan baik dari Dokter Kepolisian maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, untuk menghandle mereka yang kecapean maupun sakit," jelas Nasriadi.

BACA JUGA : Pilkades Serentak 240 Desa di Kabupaten Sukabumi, Adjo Sardjono : Masyarakat Jangan Tergiur Iming-iming

Nasriadi meminta seluruh calon kades untuk siap menerima kemenangan dan siap menerima kekalahan untuk menciptakan kondusifitas khususnya pasca pencoblosan.

"Masyarakat silahkan memilih, dan calon kepala desa siap menerima kekalahan maupun kemenangan, yang menang tidak euphoria yang berlebihan, dan yang kalah harus siap menerima kekalahan," tandasnya.(*)