Jalan Putus! 150 Warga Cibadak Terisolir Motor Dipaksakan Lewat Pematang Sawah

Kamis, 07 November 2019 - 15:03 WIB
Jalan Putus! 150 Warga Cibadak Terisolir Motor Dipaksakan Lewat Pematang Sawah
Jalan Putus! 150 Warga Cibadak Terisolir Motor Dipaksakan Lewat Pematang Sawah
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Sedikitnya 130 warga terisolir, akibat terputusnya akses jalan satu-satunya di wilayah Kampung Sindangresmi, RT004 /RW 002, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (7/11/2019).

Hal ini dipicu akibat hancurnya akses jalan yang hancur dilanda longsor pada Rabu (6/11) dini hari kemarin.

Saat ini, warga terpaksa bergotong-royong membuat akses jalan baru menggunakan pematang sawah untuk aktivitas dan akses keluar masuk kampung.

BACA JUGA : Longsor dan Pergerakan Tanah Putus Akses Jalan Desa Karangtengah Cibadak

Warga mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan upaya perbaikan akses jalan yang terputus akibat longsor agar 150 jiwa warga setempat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Hal ini diungkap Acep Onom mewakili warga saat ditemui disela pembuatan akses jalan sementara di lokasi bencana.

"Jalan yang lama yang terkena longsor sudah tidak dimungkinkan terpakai, sedangkan kebutuhan jalan bagi anak-anak mendesak untuk ke sekolah dan karyawan pabrik yang bekerja,"

"Untuk sementara ini, belum ada bantuan apapun dari pemerintah, pokoknya warga sekitar sini sangat harapkan bantuan dari pemerintah setempat, untuk membangun jalan baru, soalnya kebutuhan warga sangat mendesak karena ini jalan satu-satunya menuju kampung kami," beber Acep, Kamis (7/11).

BACA JUGA : Ancaman Bencana Pergerakan Tanah Cibadak, Warga Pengungsi Bertambah

Dari pantauan TatarSukabumi.ID di lokasi bencana, sejumlah kendaraan roda dua nampak dipaksakan melaju menempuh medan jalan pematang sawah.

"Kalau dipaksakan sih bisa saja, itu juga kalau yang pakai motornya pinter, cuman resikonya cukup besar," jelas Acep.

Hingga berita ditayangkan belum ada tanggapan resmi dari aparatur pemerintahan desa setempat maupun dinas terkait lainnya akan kepastian pembangunan akses jalan yang mengakibatkan warga terisolir.(*)