Viral! Takut Kena Rajia Polisi Pemotor 'Mabal' Potong Jalan Gunakan Perlintasan Kereta Api

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 18:32 WIB
Viral! Takut Kena Rajia Polisi Pemotor 'Mabal' Potong Jalan Gunakan Perlintasan Kereta Api
Viral! Takut Kena Rajia Polisi Pemotor 'Mabal' Potong Jalan Gunakan Perlintasan Kereta Api
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Gegara takut ditilang dan menghindari razia Polisi, sejumlah pengendara kendaraan roda dua nekad motong jalan alias 'mabal' melintasi jalur perlintasan Kereta Api Sukabumi - Bogor.

Pemandangan ini terlihat di kawasan Kampung Ongkrak, Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/10/2019).

Para pemotor nekad mabal karena takut razia Zebra Lodaya 2019 yang digelar Satuan Polisi Lalu-lintas Polres Sukabumi yang rencananya akan terus dilakukan mulai tanggal 23 Oktober hingga 5 Nopember mendatang.

BACA JUGA : Sesar Cimandiri Berpotensi Gempa 6,7 SR Nuraeni : Level Keluarga Harus Punya Rencana Survival 72 Jam

Iptu Agus Suhendar, KBO Lantas Polres Sukabumi dilokasi razia mengatakan, dalam Operasi Zebra Lodaya 2019 ini lebih dari seribu kendaraan telah ditindak karena melanggar peraturan berlalu lintas.

"Hingga hari ini pelanggar sudah seribu lebih. Kebanyakan (pelanggar) tidak memiliki SIM, tidak pakai dan kelengkapan kendaraan, " kata Agus, dilokasi operasi razia di ruas Jalan Raya Sukabumi - Bogor tepatnya di kawasan Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi,  Sabtu (26/10).

Lebih jauh menurut Agus, Pihaknya telah berkoordinasi dengan Petugas PJKA untuk memasang patok di lintasan jalur kereta yang kerap digunakan oleh para pemotor yang kabur dari upaya pemeriksaan  dengan memotong jalan menggunakan perlintasan Kereta Api.

BACA JUGA : Potensi Bencana di Sukabumi Tinggi, 2 Unit Sistem Peringatan Dini Tsunami di Perairan Sukabumi Tidak Berfungsi

Sementara itu, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Daop 1 Jakarta, IPTU Dian Mulayan kepada TatarSukabumi.ID mengatakan, Pihaknya saat ini memasang patok agar tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Hal ini dilakukan untuk keselamatan para pengguna kendaraan yang membandel melintasi jalur perlintasan kereta api.

"Ini sangat bahaya sekali, pertama untuk Kereta Api, ini (perlintasan) ada batu balas jika sering dilintasi batu akan bergeser ini akan menimbulkan gesekan dan pondasi bantalan (rel) menurun, sangat bahaya sekali,"

"Dan bahaya juga bagi nyawa pengguna motor sendiri, kita tidak tahu kapan kereta datang," tegas Dian.(*)