Rencana Kepulangan 68 Warga Jabar dari Wamena Papua Pending

Senin, 07 Oktober 2019 - 22:16 WIB
Rencana Kepulangan 68 Warga Jabar dari Wamena Papua Pending
Rencana Kepulangan 68 Warga Jabar dari Wamena Papua Pending
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Pasca konflik yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, 68 warga Jawa Barat mengungsi ke tanah asalnya.

Data yang diterima TatarSukabumi.ID, warga Jabar yang nantinya akan pulang, berasal dari sejumlah kota/kabupaten diantaranya 18 warga Garut, 2 warga asal Kabupaten Majalengka, 7 warga Sukabumi, 4 asal Kota Bandung dan 4 dari Kabupaten Bandung.

Pengungsi lainnya adalah, 2 warga asal Kabupaten Kuningan, 5 dari Kabupaten Tasikmalaya, 8 asal Kabupaten Sumedang, 8 orang dari Kabupaten Subang, 3 dari Kabupaten Purwakarta, 4 warga Kota Bogor, dan 3 warga Indramayu.

BACA JUGA : Pasca Konflik Wamena Papua, 68 Warga Jabar 7 Diantaranya Warga Sukabumi Dievakuasi

Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada TatarSukabumi.ID sebelumnya mengatakan, kepulangan para pengungsi rencananya akan dilaksanakan melalui jalur udara, mereka akan tiba di Bandara Soekarno - Hatta pada Selasa (8/10) besok.

Namun rencana ini batal, ke-68 warga Jabar rencananya baru akan tiba di Jakarta pada Rabu (9/10) pagi.

Hal ini diutarakan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DKIP) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri.

"Awalnya akan di pulangkan pada hari selasa (8/10) sesuai radiogram yang diterima, namun barusan kami mendapat radiogram ralat dari Pemerintah Provinsi Jawa barat sehingga rencananya akan tiba di Jakarta pada Rabu (9/10)," ungkap Herdy, Senin (7/10).

BACA JUGA : Pasca Ledakan dan Getaran Tambang Semen Metode Blasting Warga Leuwidinding Sukabumi Terkapar Dilarikan ke RS Bunut

Masih kata Herdy, Bupati Sukabumi telah menugaskan kepala Dinas Sosial dan Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi untuk mengatur dan mengurus kedatangan warga Sukabumi.

Dari seluruh warga Jawa Barat di Kota Wamena, menurut Herdy, bahwa  tidak semua warga ingin pulang, sebagian masih ada yang bertahan dan ingin tetap tinggal di Papua.

"Informasinya seperti itu, ada yang ingin pulang dan ada juga yang ingin tetap tinggal disana, dengan berbagai pertimbangan, jadi sementara yang di pulangkan ya yang ingin betul betul pulang" terang Herdy. (*)



Close Ads X