Kasus Inses di Sukabumi Fenomena Internasional, Komentar Miring Netizen Bukan Hal Yang Perlu di Bantah

Rabu, 02 Oktober 2019 - 21:02 WIB
Kasus Inses di Sukabumi Fenomena Internasional, Komentar Miring Netizen Bukan Hal Yang Perlu di Bantah
Kasus Inses di Sukabumi Fenomena Internasional, Komentar Miring Netizen Bukan Hal Yang Perlu di Bantah
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi yang saat ini menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Mellan Maulana, mengatakan turut berduka kepada keluarga korban khususnya Ibu dan Bpak Kandung anak dibawah umur yang menjadi korban kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir.

"Saya berharap hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua, perlu perhatian lebih dan tindakan preventif dari seluruh lapisan masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang," kata Mellan, Rabu (2/10/2019).

Masih kata Mellan, kasus pembunuhan dan perkosaan yang melibatkan Ibu angkat bersama dua orang anaknya yang saat ini telah dijadikan tersangka dalam kasus tersebut, diperlukan konsep pembangunan moralitas kepada para pelaku.

Hal ini ditegaskan Mellan, mengingat Ibu dan kedua anak kandungnya ini selain tega memperkosa dan menghabisi anak dibawah umur namun juga memiliki hubungan asmara intim sedarah (Inses).

"Kasus inses hingga pembunuhan ini sudah menjadi fenomena internasional, satu sisi secara positif kota Sukabumi jadi terkenal, tapi sayangnya bukan dalam sisi baiknya melainkan sisi kejelekannya," tutur Mellan.

BACA JUGA : Arist Merdeka Sirait : Sejak Kasus Emon Kejahatan Seksual di Sukabumi Terus Meningkat

Mellan mengatakan dalam era dimana arus informasi teknologi tidak bisa dibendung diperlukan konsep pembangunan pentaholix yang menitik beratkan pada sektor religi, moral, mental serta ketaqwaan untuk menjadi filter dalam menghadapi arus informasi yang serba cepat khususnya fenomena medsos.

Sempat disinggung terkait akun media sosial facebook milik salah satu pelaku tindak pidana perkosaan dan pembunuhan yang hingga Rabu siang (2/10) dibanjiri komentar miring netizen, Mellan mengatakan hal tersebut bukan hal yang perlu dibantah.



Close Ads X