Arist Merdeka Sirait : Sejak Kasus Emon Kejahatan Seksual di Sukabumi Terus Meningkat

Selasa, 01 Oktober 2019 - 15:56 WIB
Arist Merdeka Sirait : Sejak Kasus Emon Kejahatan Seksual di Sukabumi Terus Meningkat
Arist Merdeka Sirait : Sejak Kasus Emon Kejahatan Seksual di Sukabumi Terus Meningkat
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) sebut kasus pembunuhan dan perkosaan terhadap bocah 5 tahun yang dilakukan oleh Ibu dan kedua anaknya di Sukabumi merupakan kejadian luar biasa.

Terlebih ditemui fakta, adanya hubungan intim sedarah (inses) dari ketiga Pelaku, Ibu dan anak kandung yang kerap melakukan hubungan badan hingga berakhir menghabisi bocah wanita yang sengaja di adopsi oleh suaminya sendiri.

"Kasus inses seperti ini, di Indonesia baru pertama (terjadi), ini kejadiannya sampe membunuh anak angkat," kata Arist saat ditemui TatarSukabumi.ID di Mapolresta Sukabumi, Selasa (1/10/2019).

BACA JUGA : Seperti Ini Pendapatan Anggota DPRD Setiap Bulannya

Ditanya lebih jauh, terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi sepanjang tahun 2019, Arist mengatakan kasus inses cukup dominan terjadi.

"Kejahatan inses itu (terjadi) dimana mana, dari 10 kasus kejahatan seksual 6 diantaranya adalah inses sebenarnya,"

"Pengaduan di tempat kita itu ada sekitar 2700-an (kasus) dalam satu tahun," beber Ketua Komnas PA.

BACA JUGA : Terungkap! Adegan Ke-22 Ibu Habisi Anak Angkatnya, Kasus Inses Serta Perkosaan dan Pembunuhan di Sukabumi

Lebih jauh Komisi Nasional Perlindungan Anak menilai, Sukabumi perlu melakukan upaya perubahan untuk menekan kasus kejahatan seksual khususnya yang menimpa anak di bawah umur.

"Sukabumi perlu pembenahan, karena sejak kasusnya Emon itu tidak ada perubahan, kejahatan seksual terus meningkat di Sukabumi," tegas Arist Merdeka Sirait.

"Kita dalam dua tahun ini membangun gerakan perlindungan anak sekampung.
Sukabumi kalau mau menuju kota layak anak harus dimulai ramah anak dari rumah, baru lingkungan sosial," tandasnya.(*)