Rekontruksi Kasus Inses dan Pembunuhan Gagal Dilakukan di Lembursitu, Rekontruksi Digelar Tertutup di Mapolresta Sukabumi

Senin, 30 September 2019 - 16:59 WIB
Rekontruksi Kasus Inses dan Pembunuhan Gagal Dilakukan di Lembursitu, Rekontruksi Digelar Tertutup di Mapolresta Sukabumi
Rekontruksi Kasus Inses dan Pembunuhan Gagal Dilakukan di Lembursitu, Rekontruksi Digelar Tertutup di Mapolresta Sukabumi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Rekonstruksi kasus pemerkosaan yang berakhir dengan tindak pembunuhan batal dilaksanakan di TKP (tempat kejadian perkara) terbunuhnya bocah 5 tahun NF di rumah kontrakannya di Kampung Bojongloa Wetan Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Polres Sukabumi Kota, melangsungkan rekontruksi kasus ini secara tertutup di ruangan Unit III Sat Reskrim Polresta Sukabumi, Senin (30/9/2019).

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, rekontruksi berjalan cukup alot berjalan sekitar 3 jam dari pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Nampak hadir sejumlah petugas Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi dalam rekonstruksi kasus pembunuhan dan perkosaan yang melibatkan tersangka Ibu angkat korban SR (39) dan anak kandung laki-lakinya berinisial RG (16) dan R (14).

BACA JUGA : Jadwal Lengkap Tahapan Pilkades Serentak 2019 Tingkat Kabupaten Sukabumi

Kapolres Sukabumi Kota, Akbp Wisnu Prabowo, dalam keterangannya mengatakan, alasan rekonstruksi dilakukan di Mapolresta Sukabumi untuk menjaga kondusifitas di sekitar TKP.

"Rekontruksi hari ini dihadiri pihak kejaksaan terdapat 34 adegan. Rekontruksi hari ini kita laksanakan di kantor Polres Sukabumi Kota karena mengingat tempat kejadian tidak kondusif untuk dilakukan di sana (TKP)," kata Wisnu, Senin (30/9).

"Rekontruksi tertutup karena 2 tersangka masih di bawah umur sehingga dilindungi Undang-undang," jelas Kapolres Sukabumi Kota.

BACA JUGA : Seperti Ini Pendapatan Anggota DPRD Setiap Bulannya

Dalam kasus yang terbilang sadis ini, Pelaku pembunuh dan pemerkosa NF merupakan Ibu angkat dan 2 Kakak angkatnya sendiri, NF di perkosa oleh 2 orang Kakak beradik RG dan R yang menjadi saudara angkatnya, dan berakhir dengan pencekikan yang dilakukan oleh SR ibu angkatnya, pada Minggu (22/9) lalu.

Selanjutnya, mayat korban dibuang di Sungai Cimandiri di kawasan Kampung Wangun, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.