Kejari Kabupaten Sukabumi Permudah Layanan Pembayaran Tilang dan Pengambilan Barang Bukti

Kamis, 05 September 2019 - 00:00 WIB
Kejari Kabupaten Sukabumi Permudah Layanan Pembayaran Tilang dan Pengambilan Barang Bukti
Kejari Kabupaten Sukabumi Permudah Layanan Pembayaran Tilang dan Pengambilan Barang Bukti
Banner Dalam Artikel

 

TatarSukabumi.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melakukan revitalisasi dan penataan ruang tilang untuk permudah pelayanan kepada Masyarakat.

 

 

Inovasi lembaga Adhyaksa yang dipimpin Kajari, Alex Sumarna ini membuat peningkatan pelayanan kepada pelanggar lalu lintas yang akan menyelesaikan pembayaran denda tilang dan mengambil barang bukti, Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang ditilang petugas Satuan Lalu Lintas.

 

BACA JUGA : Seperti Ini Pendapatan Anggota DPRD Setiap Bulannya

 

Kejari Cibadak yang berada di Jalan Raya Karangtengah, Cibadak menyediakan ruangan berukuran sekitar 4 kali 3 meter dengan tiga loket pengambilan surat tilang.

 

Kasi Pidum Kejari Kabupaten Sukabumi, Yeriza Adhytia sebut revitalisasi dan penataan ulang ruangan ini merupakan gagasan dari Kajari untuk memberikan pelayanan optimal kepada warga, nantinya bagi pelanggar lalin cukup datang menunjukkan bukti tilangnya kepada petugas mengambil surat kendaraannya yang ditilang, selanjutnya juga disiapkan mesin EDC (electronic data capture) untuk memudahkan para pelanggar dalam membayar denda.

 

"Nantinya pelanggar tidak perlu repot-repot antre di bank atau mesin ATM, karena pembayaran denda tilang ini dilarang bayar tunai di loket tilang kami, harus melalui layanan perbankan," jelas Yari, Rabu (4/9/2019).

 

BACA JUGA : Baju Gading Selfie Depan Baliho, Bawaslu Minta ASN Jaga Kode Etik Agar Tidak Terjadi Kegaduhan

 

Dengan mempermudah sistem pembayaran denda tilang, nantinya hanya membutuhkan waktu lima menit mengambil surat kendaraan yang ditilang.

 

"Jadi ada kode briva bagi masing-masing pelanggar lalin. Nilai pembayaran sesuai putusan hakim,"

 

"Haram hukumnya bayar lebih, karena bayarnya sudah ada kode briva. Tidak seperti dulu, pelanggar tilang masuk ke ruang Pidum, cari ruang tilang, baru bayar cash dan baru diambil BB-nya," jelasnya.(*)

 

Reporter : Isep Panji
Editor : Dian Syahputra Pasi